Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Apapun Kurikulumnya, Tolong Diklatkan GURU

Di sekolah guru-guru sibuk membicarakan tentang kurikulum berbagai opini terlontar dari masing-masing pemikiran. Mulai alokasi dana untuk kurikulum sampai bagaimana isi kurikulum 2013 mulai di protes, apalagi guru yang mata pelajarannya di delete dari kurikulum 2013. Terlepas dari semua itu, diluar sana banyak cerita yang bisa menjadi itibar bagi kita dalam menyikapi keadaan.

Apapun Kurikulumnya, Tolong Diklatkan GURU

Pulang sekolah setelah makan siang, saya menuju bengkel untuk service sepeda motor yang sudah lama tidak diservise sehingga kadang-kadang ngadat dijalan ketika antri.  Siang yang terik membuat saya malas untuk ke bengkel tetapi sepeda motor harus di operasi secepatnya sebelum mati total. Dengan perasaan malas kunyalakan sepeda motor untuk mencari bengkel yang tidak jauh dari rumah. Hanya dengan waktu 5 menit, Bengkel yang dituju sudah sampai, tetapi saya tidak melihat mekanik bengkel yang secara postur meyakinkan saya untuk dapat menyerahkan sepeda motor saya untuk di servise. Hanya ada seorang anak remaja yang berumur belasan tahun menyapa saya : Ada yang bisa dibantu Pak ?  katanya.
Servise sepeda motor saya, ganti oli, lampu samping mati, remnya gak macet, stater gak hidup. Kata saya. Tanpa banyak basa basi remaja tadi membongkar mesin sepeda motor saya seolah-olah tenaga ahli. Ketika proses dilakukan saya mengajak mekanik muda itu berbincang-bincang.
Sekolah dimana dek ?  tanya saya sambil mengamati pekerjaannya. SMA Negeri 5 Pak ! sahutnya cuek. Kelas berapa ? tanya saya lagi Kelas X Pak ! jawab nya Lho, kok gak masuk SMK kemaren ? tanya saya keheranan. Gak lulus Pak, interview bahasa Inggris
sulit, jadi mundur teratur aja. jawabnya polos. Dah lama ikut bengkel ? tanya saya sambil menyelidiki Dari SMP Pak ! sahutnya lagi Oh gitu, siapa yang ngajarin di bengkel dulu ? tanya saya lagi.
Aku ikut bengkel Paman, jadi awalnya bantu-bantu aja. Ya sampai sekarang aku sudah bisalah kalau servise sepeda motor pak. Sahutnya dengan panjang lebar.
Kisah diatas bukanlah kisah fiksi, tetapi keadaan nyata disekitar kita. Ternyata seorang anak yang belajar tanpa memiliki kurikulum yang di proses oleh seorang Profesor sekalipun dapat memiliki skill yang mumpuni dibidangnya. Walaupun pendidikan formal yang dia jalani tidak sesuai dengan pekerjaannya. Sekolah di SMA dan kerja sebagai mekanik sepeda motor. Prinsipnya dengan selalu praktik di bengkel lama kelamaan dia hafal pekerjaan bengkel tersebut.
Apapun kurikulumnya, ketika kurikulum dirubah dengan harapan untuk mendapatkan hasil yang baik sedangkan pelaksana kurikulum terutama guru tidak dilatihkan, didiklatkan, dimagangkan, dan diworkshopkan sesuai dengan bidangnya maka hasilnya pendidikan tidak akan menjadi baik. Skill pelaksana kurikulum dilapangan yaitu guru harus di asah dengan memberikan pelatihan-pelatihan sehingga target transfer ilmu kepada siswa dapat tercapai. Perubahan kurikulum harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengimplementasikan program tersebut dilapangan.
Hari ini terjadi kehebohan atas perubahan kurikulum karena pelaksana kurikulum dilapangan yaitu guru merasa tidak dilibatkan. Sehingga kurikulum baru hanya dianggap kepentingan sepihak segelintir orang. Pengadaan buku paket dan alat pembelajaran lainnya yang dianggap dibutuhkan para pelaksana kurikulum dilapangan. Walaupun kurikulumnya canggih tetapi tidak dibarengi dengan pelaksana kurikulum yang canggih, ibarat seekor kera mendapat laptop dan pisang maka laptop tidak berguna, karena seekor kera lebih mengenal pisang dibanding laptop.
Apalah artinya  sekumpulan alat dihadapkan kepada seorang guru padahal dia belum mengerti cara kerja dan fungsi alat tersebut. Walaupun alat itu mutahir sekalipun, akhirnya menjadi barang simpanan dan pajangan belaka. Yang dibutuhkan oleh para pelakasana kurikulum terutama guru bukanlah konsep yang muluk-muluk tetapi bagaimana skil diasah sesuai dengan bidangnya. Sehingga tidak ada lagi terdengar seorang guru selama 20 tahun pengabdiannya tidak pernah di workshopkan, dimagangkan, dilatihkan, didiklatkan sesuai dengan bidang ilmunya. Apapun Kurikulumnya, Tolong Diklatkan GURU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme