Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Genap 34 Tahun

34 tahun yang lalu tepatnya 5 Maret 1979, saya lahir di daerah terpencil bernama Pulau Tanjung yang belum ada jaringan listrik PLN. Penerangan di masa itu dikenal dengan nama lampu petromax yang bahan bakarnya biasanya spirtus. Lahir dari keluarga sederhana pasangan suami istri H. Usman Panjaitan dan Hj. Nurmalah (alm) semoga memberi nikmat kubur, Aamiin.

34 tahun

Saat berusia tujuh tahun masuk Sekolah Dasar Inpres . Setiap pagi pergi sekolah berjalan kaki atau ditumpangkan naik sepeda dengan teman sekolah. Selesai magrib pergi mengaji bersama anak-anak sebaya ke rumah yang menyediakan tempat untuk belajar mengaji dari alif-alif sampai al-Qur’an. Upah yang diberikan kepada guru ngaji Biasanya berupa minyak tanah.

Baca Juga:

Alhamdulillah ya Rabb, Telah Memberi Kami Seorang Mujahidah

Enam tahun kemudian, admin ke sekolah ke MTs swasta Daerah Airbatu sekitar 15 km dari perkampungan kami. Setiap pagi berangkat ke sekolah melewati perkebunan PTPN IV, 30 s / d 45 menit baru sampai di sekolah dengan menaiki sepeda.

Ketika sekolah di MTs swasta Daerah Airbatu saya pernah mengikuti Lomba Fahmil Qur’an yang di tayangkan di TVRI Medan waktu itu. 2 kali, lomba pertama mendapat juara pertama dan ditandingkan lagi beberapa bulan kemudian dan mendapat juara 3. Pada masa itu, siaran TVRI belum ada saingan seperti sekarang ini. Masyarakat hanya melihat siaran melalui TVRI. Pada saat itu saya jadi tersohor bisa masuk televisi, heheh ..

Pada tahun 1995, ekonomi keluarga mulai mondar-mandir sekolah ke SMA Al-Azhar di Medan Jl. Pintu Air IV kwala bekala, Padang Bulan. Sistem pendidikan yang mengkombinasikan antara Pelajaran umum dan keagamaan. Disiplin dan aturan yang ketat. Kelas dikelompokkan sesuai dengan kemampuan intelektual siswa. Pada saat pertama masuk, kelas dikelompokkan sesuaikan dengan nilai Ebtanas.

Saya mendapat kelas 1-3 dari 6 kelas. 6 bulan sesudah Ujian Semester kelas di rombak lagi sesuai dengan nilai hasil belajar siswa. Admin di promosikan untuk masuk ke kelas plus atau unggulan tetapi admin menolak karena harus tinggal di asrama yayasan. Akhirnya di pindahkan ke kelas 1-2. Pada saat kelas 3, sebelum melakukan penjurusan sekolah melakukan tes bakat dengan ujian psikotes. Berdasarkan nilai yang didapat admin dapat masuk ke jurusan IPA.

Semester akhir dikelas 3, dengan program PMP masuk tanpa pengujian ke Perguruan Tinggi Negeri saya diikutsertakan untuk mendaftar ke UGM, jurusan yang Teknik Kimia. Mungkin Cinta belum berpihak, saya tidak lulus dalam memilih masuk tanpa pengujian tersebut.

Pada tahun 1998, sayaraga Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) jalur IPCitat admin memiliki tiga pilihan. Pilihan pertama admin mengambil Teknik Arsitektur USU, pilihan kedua Teknik Elektronika USU dan pilihan dari Pendidikan Teknik Elektro IKIP Medan. (pada masa itu masih IKIP belum UNIMED ). Beberapa bulan kemudian hasil ujianpun di umumkan di media surat kabar. Senang bukan kepalang, dari sekian ratus orang dan ribuan yang MENURUT UMPTN pada saat itu nama Yusrizal Panjaitan yang lulus dalam pilihan ketiga yaitu Pendidikan Teknik Elektro IKIP Medan.

Tahun 2000, IKIP Medan berubah nama menjadi UNIMED. saya inklud di Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) . Aktivitas MAPALA diikutnya, naik gunung turun gunung, masuk hutan keluar hutan, berkemah sana-sini, sampai-sampai nilai IPK admin “nasakom” (nilai satu koma-red). Panjat tebing adalah kegiatan olahraga yang saya sukai buat di MAPALA. Tahun 2001 membuat admin PPL-Integrasi (PPL yang di gabung dengan KKN-red), bertemu dengan seorang wanita yang akhirnya menjadi Ummi dari anakku. Sri Sundari Marpaung mahasiswa jurusan Matematika yang PPL satu sekolah dengan saya. Pengalaman PPL sangat bermanfaat bagi saya karena terjun langsung dengan siswa dalam proses belajar mengajar yang biasanya dicampus hanya mengajar mikro.

Ammar Alhafiz Menasik Haji di Lapangan Pasir

Selesai PPL saya diterima sebagai tentor fisika di Yayasan Panca Budi, lumayan untuk nambahin uang saku selain subsidi dari kampung. Pada September 2003, studi surat kabar di UNIMED. Pada semester akhir saya bergabung dengan Jama’ah Tabligh dan ikut selama 4 bulan ke daerah Bahorok. Pulang kampung dan mengajar di SMK Muhammadiyah-10 Kisaran. Tiga bulan mengajar saya melangsungkan pernikahan dengan teman PPL dahulu.

Mengontrak rumah di jalan pasar lama Kisaran, hidup berrumah tangga kami mulai. Istri mengajar honor di SMP 7 dan SMK Negeri 2 Kisaran sedang saya pagi di SMP Muhammadiyah dan SMA Negeri 1 Air joman, sakit di SMK Muhammadiyah -10 Kisaran dan malam terbang di Amik Intelcom Globalindo.

10 Tahun Sudah …

Kelahiran anak pertama kami pada tahun 2005 memberikan keberuntungan, Istri lulus menjadi PNS di masa pemerintahan SBY. Berpindah rumah mewah menjadi menjadi kami setiap tahun. Pada tahun 2006 Pemerintah SBY melakukan penerimaan PNS lagi dan alhamdulillah saya lulus saat mengikuti ujian CPNS.

Saya di tugaskan di SMK Negeri 2 Tanjungbalai dan Istri di SMP Negeri 1 Tanjungbalai kami berinisiatif untuk hijrah ke Tanjungbalai dan membeli rumah sederhana tidak lagi setiap tahun. Kebiasaan PNS, untuk membeli rumah tersebut kami agun-kan SK istri ke BANK SUMUT. Empat bulan kami mengeluarkan rumah baru, sisa tanah kaplingan rumah kami di sewa oleh perusahaan untuk menara. Alhamdulillah, kompilasi anak-anak kedua kami lahir pembayaran sewa dicairkan.

Begitu banyak kisah ini jika dituliskan, tetapi hanya sebentar setelah terjadi. Ya Rabb .. Terima kasih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Tidak terasa telah genap 34 tahun ini, dengan ditemani seorang istri dan dua orang anak laki-laki jadikan kami hamba yang selalu bersyukur amiin. Insya Allah atas karunia dari-Mu bulan April akan lahir anak ke4 kami (anak ke3 keguguran-red).

Updated: April 16, 2018 — 2:21 am
BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme