Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Pendidikan Sex Untuk Remaja, Perlukah ?

sex+educationDengan maraknya pergaulan bebas seolah-olah remaja saat ini tidak mengetahui dampak negatif yang akan dialaminya. Dari kejadian ini muncul pertanyaan, perlukah SEX Education diajarkan disekolah ? Jawabannya, Perlu dan bukan hanya di sekolah dirumah orang tua juga bertanggungjawab untuk mengajarkan dan menyampaikan tentang pendidikan SEX ini untuk remaja.

Pendidikan Sex (sex education) adalah sebuah konsep pendidikan yang berkaitan dengan seksualitas manusia secara jelas dan benar, meliputi hal yang berkaitan dengan jenis kelamin, perkembangan alat reproduksi, seperti menstruasi pada remaja putri, perubahan hormon-hormon, pernikahan dan kehamilan serta bagaimana bergaul dengan lawan jenis.

Membicarakan Sex education tidak sebebas membicarakan politik ataupun tidak sebebas membeli alat Elektronik Murah. Sex education seharusnya sudah diberikan kepada anak-anak sejak dini, seperti mengenalkan perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Misalnya mengapa Bp. Cipto Junaedy berkumis dan ibu tidak. Bagi remaja yang sudah puberitas seperti usia SMA/SMK mereka lebih berani bertanya tentang onani. Sebenarnya pertanyaan seperti ini sering ditanyakan anak kepada orang tua, Guru tapi tak banyak orang tua, Guru menjawab dengan benar.

Karena itulah, sebelum sex education disampaikan kepada anak dan remaja, hendaknya orang tua / guru memahami gaya kehidupan mereka saat ini agar lebih mudah menyampaikan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Tujuan sex education sebenarnya adalah agar anak dan remaja dapat menjaga dirinya dan bertanggungjawab penuh terhadap alat reproduksinya.

Ada beberapa cara untuk menyampaikan sex education kepada anak dan remaja :

  1. Ajak anak berdialog tentang teman-temannya dan kasus yang terjadi saat ini yang melanda dunia mereka, khususnya remaja. Sampaikan dalam suasana santai.
  2. Bicaralah dengan bahasa yang mudah dan topik yang sederhana terlebih dahulu. Bisa memulai dengan menceritakan masa-masa remaja kita terlebih dahulu dan bandingkan dengan remaja sekarang yang diketahui mereka.
  3. Tunjukkan kita terbuka untuk berdiskusi hal apapun dengan mereka. Sehingga memunculkan keinginan untuk bertanya dalam memperoleh informasi apa saja dari kita
  4. Sampaikan efek negatif jika melakukan hal-hal negatif yang berhubungan dengan alat reproduksi misalnya Onani.
  5. Setiap akhir diskusi ucapkan kata-kata pujian dan katakan bahwa kita bangga dengan mereka.
  6. Lakukan diskusi setiap ada kesempatan dengan mereka.

Mudah-mudahan guru dan orang tua tidak merasa tabu dengan Pendidikan Sex Untuk Remaja (sex education) ini. Sehingga para remaja akan lebih bisa mawas diri dalam pergaulan dengan lawan jenis dikehidupan sosialnya. Semoga.. Bagaimana menurut Anda !

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Guru Ngeblog Theme