Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Pembelajaran Sinyal Dasar Audio

Sinyal dasar audio adalah salah satu pelajaran yang saya ampu semester ini. Selain pelajaran digital dasar dan pembuatan dokumentasi video. Untuk mencukupkan jumlah jam mengajar 24 Jam pelajaran saya mengampu mata pelajaran sinyal dasar audio. Sinyal dasar audio ini akan menceritakan seputar tentang sinyal audio, sifatnya sampai penggunaan osiloskop untuk melihat bentuk gelombang audio.

Sinyal dasar audio merupakan prinsip dari getaran, gelombang dan akhirnya menjadi bunyi. Prinsip ini sudah dijelaskan dalam pelajaran Fisika sebenarnya. Tapi sedikit kita kupas untuk mengingat kembali. Getaran adalah gerak bolak balik pada titik setimbang. Selanjutnya jika getaran itu menimbukan jarak atau berpindah tempat maka getaran tersebut menjadi sebuah gelombang. Sedangkan ketika gelombang tersebut menghasilkan suara maka akan menjadi sebuah gelombang bunyi. Nah disinilah asal muasal sinyal audio itu.

Saya memperagakan bagaimana contoh-contoh getaran seperti daun pintu yang saya tutup-buka-tutup-buka bahkan lengak-lenggok tubuh dalam bergoyang untuk mendemonstrasikan getaran tersebut. Sampai “getaran” dari lenggak-lenggok tersebut berpindah tempat dan mengeluarkan suara. Itulah prinsip gelombang bunyi dalam pemahaman dasar. Sebenarnya masih banyak cara untuk memperagakan tentang bunyi ini. Tergantung kreatif dan inovatif guru tanpa harus melulu menggunakan alat.

Pembelajaran sinyal dasar audio kali pertama saya menjelaskan syarat tentang proses terjadinya bunyi. Yaitu adanya sumber bunyi, medium perantara dan penerima sumber bunyi. Secara singkat dapat dilihat dari ilustrasi gambar berikut ini :
proses%2Bterjadinya%2Bbunyi

Syarat bunyi

Sebuah bunyi akan dapat terdengar dengan baik jika ada medium yang merambatkannya atau yang menghantarkannya ke penerima bunyi. Baik itu medium zat cair, padat maupun gas. Dalam materi sinyal audio medium perantara selalu pada zat gas yaitu udara. Jika tanpa medium perantara maka bunyi tidak akan sampai pada penerima bunyi dalam hal ini telinga manusia.

Tiba-tiba saya memukul meja, dikirain marah padahal untuk menjelaskan salah satu sumber bunyi. heheheh.. sampai siswa pada terdiam. Sebenarnya teknik ini salah satu cara untuk menfokuskan siswa agar konsentrasi di depan kelas.

Dalam ruang hampa udara, sinyal bunyi ini tidak dapat terjadi dikarenakan tidak adanya udara yang merambatkannya. Oleh karena itu, biasanya astronot memanfaatkan gelombang elektromagnetik berupa sinyal-sinyal elektromagnetik untuk berhubungan dengan rekannya.

Kemudian sinyal audio yang akan dibahas selanjutnya adalah besaran yang akan diperhitungkan dalam sinyal audio ini. Gelombang biasanya berhubungan dengan frekuensi dan amplitudo. Oleh karena itu materi ini juga akan membahas tentang amplitudo gelombang, ferkuensi gelombang dan perioda. Pada penjelasannya tentang frekuensi dan amplitudo ini selanjutnya pada perhitungan melalui osiloskop.

Hal yang perlu dipertegas dan perlu penekanan dalam meteri ini adalah Frekuensi, perioda dan amplitudo gelombang. Secara singkat frekuensi gelombang dapat dijelaskan dengan banyaknya jumlah gelombang yang dihasilkan dalam satu detik. Sedangkan Perioda adalah waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu gelombang penuh.

Secara matematis frekuensi dan perioda ini ditulis dalam persamaan sebagai berikut :
F = n / t 
T = t / n
Dimana :
F adalah frekuensi dengan satuan Hertz (Hz)
T adalah perioda gelombang dengan satuan detik atau second (det)
n adalah jumlah gelombang
t  adalah waktu gelombang

Satu gelombang penuh adalah terdiri dari satu puncak dan satu lembah. Satu puncak positif satu puncak negatif. Secara gamblang dapat dilihat dari bentuk gelombang berikut ini :
satu%2Bgelombang
Satu Gelombang Penuh

Selanjutnya pada pertemuan ini, saya hanya menjelaskan bagaimana proses bunyi menghancurkan jagad ini nantinya. Penanaman nilai-nilai religi saya sampaikan agar dalam benak siswa bukan hanya melulu di suguhkan besaran dan nilai huruf semata. Tetapi lebih daripada itu bahwa sesungguhnya dengan suara ini, Allah SWT akan menghancurkan alam semesta dengan tiupan terompet sangkakala.

“Walaupun sinyal audio ini lemah dalam pandangan kita, tapi jangan salah bahwa hancurnya dunia ini akhirnya hanya dengan sebuah gelombang suara yang maha dahsyat yang besar frekuensi gelombangnya tidak dapat diukur oleh manusia”. Tegas saya ketika menutup pertemuan pada materi sinyal dasar audio.

materisinyal%2Baudio

Oh ya, Pada materi ini saya belum menggunakan media blog, karena materi ini belum pernah saya ajarkan sebelumnya sehingga blog Guru online belum memuat materi ini. Tetapi untuk materi selanjutnya akan memanfaatkan berbagai sumber seperti sebuah osiloskop dan blog sebagai materi pembelajaran online. Karena materi osiloskop sudah pernah saya muat sebelumnya pada kategori kupas tuntas osiloskop.

2 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme