BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Guru pembelajar Online | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Go To Medan, Penabalan Nama Kemanakan, Pertamina Minim Premium

Pertamina minim premium maka BBM Alternatif Pertalite dalam perjalanan kami – Sebagai guru elektronik kesempatan berkumpul dengan keluarga adalah diakhir pekan.  Akhir minggu ini saya berangkat dengan keluarga untuk menghadiri penabalan nama dari adik saya yang berada di Medan. Alamat lengkapnya sih saya kurang paham tetapi masuknya dari Panglima Denai terus sampai ujung melewati Jalan tol. Perjalanan Tanjungbalai – Medan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Tetapi karena kami banyak rehat di jalan untuk Sholat dan makan maka waktunya lebih panjang lagi heheh..

week-end-family

Disela-sela keletihan saya masih sempatkan untuk menuliskan sebuah artikel lomba dengan judul  Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan siapa tau bisa menang. heheh… Bicara tentang bahan bakar ini sepertinya memang program mengalihkan premium BBM alternatif yang ramah lingkungan dengan kata lain premium mau di “bumihanguskan” diganti dengan pertamax maupun pertalite.

pertamina-solusi-bbm-berkualitas-dan-ramah-lingkungan

Kebetulan, saat berangkat tersebut memang Pertamina yang kami singgahi tidak ada premium. Karena kendaraan saya adalah Kijang Merahtahun 1989 jadi sesuai kebiasaannya mengkomsumsi Premium dibanding BBm lainnya. Tetapi apalah daya ketiadaan  premium mau tidak mau karena posisi spidometer tanki minyak sudah pada posisi EMPTY maka saya pilih Pertalite untuk bahan bakar menuju Medan.

Sampai di Medan sekitar pukul 20.30 WIB langsung disambut oleh adik Ipar yang tinggal di seputaran Sampali. Sebenarnya acara penabalan nama besok tepatnya Ahad di rumah adik saya Mansyur namanya. Tetapi agar jangan menumpuk disana untuk malamnya kami menginap di rumah adik Ipar ini. Maklum rombongan kami agak banyak sedangkan orangtua alias ayah atau Pa’e sudah sampai dirumah tempat acara. Rombongan Pa’e juga lumayan rame sehingga khawatir tidak cukup tempat untuk istirahat kami memutuskan untuk menginap di tempat yang lain.

Keesokan harinya kami langsung menuju kelokasi dan tidak lupa untuk mengisi BBM karena saya hanya mengisi 100 ribu setiap perjalanan. Irit sih, perjalanan Tanjungbalai – Medan – Tanjungbalai cuma menghabiskan uang kantong 300 ribu rupiah. Tetapi, boros di pembelian baju-baju heheh… maklum anak perempuan saya mulai beranjak besar sehingga pakaiannya mulai mengecil.

Acara penabalan nama berlangsung biasa saja karena untuk kalangan sendiri saja. Proses upah-upah tepung tawar dan pemotongan rambut dilakukan oleh keluarga laki-laki dan perempuan alias atok-atoknya. Kalau saya sendiri hanya menepungtawari dan berdoa agar menjadi anak sholehah.  Namanya juga saya lupa heheh…

Okey deh, cukup demikian weekend kali ini lumayan capek walaupun saya menggunakan supir dalam perjalanan. Sampai kerumah pukul 22.00 Wib dan beristirahat untuk mempersiapkan energi untuk esok hari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme