Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Ketika Anak-Anakku Beranjak …

Renungan – Tidak terasa usia bertambah tua, Anak-anak semakin beranjak besar dan tumbuh berkembang dengan pesat. Sang Abang “Ammar Alhafiz” sudah tamat SD IT Darul Fiqri dan tumbuh sebagai seorang remaja setingkat SMP. Untuk melanjutkan belajarnya agar tetap terjaga Hafiz nya kami menyerahkannya ke sebuah khusus Pondok Tahfiz di Binjai SUMUt. Berpisah dengan Ammar ini merupakan jalan keluar karena kelemahan kami sebagai orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sebagai guru.

Zikri Hamdi si Adik nomer 2 ini juga masih duduk di kelas V SD IT Darul Fiqri Tanjungbalai. Mungkin kedepannya ketika sudah menyelesaikan tingkat sekolah dasarnya juga akan menyusul sang kakak di pondok tahfiznya.

Atiqah salwa anak boru semata wayang sekarang sudah berusia 4 tahun lebih juga mulai dikenalkan dengan lingkungan bermain di playgroup Darrul Fiqri yang masih satu yayasan dengan sekolah abangnya.

Alhamdulillah ya Rabb, Telah Memberi Kami Seorang Mujahidah

Waktu seolah berjalan cepat sehingga ternyata anak-anak sudah tumbuh berkembang menjadi anak yang mulai bernalar. Usia semakin berkurang dan kebahagiaan yang sementara didunia bakal ditinggalkan untuk menuju kebahagiaan yang haqiqi yaitu Surga yang kita selalu bermohon dengan rahmat-Nya.

Sudah hampir 3 minggu sang abang Ammar belajar di Pondok  tahfidz Qur’an Darul Ulum Al-Huda di Binjai, SUMUT. Berpisah dengan adik dan kami sekeluarga. Walaupun awalnya sudah sempat mendaftar di SMP IT Darul Fiqri yang merupakan yayasan yang sama saat di SDnya tetapi setelah berbagai pertimbangan aku dan Istri bersepakat untuk memodokkan Ammar di pondok tahfidz agar hafalannya terus bertambah dan in sya Allah  bisa tumbuh menjadi anak-anak sholeh yang mengerti ilmu agama dan hafal Qur’an. Saat menyelesaikan Sekolah Dasar Ammar baru menyelesaikan hafalan 1 juz.

Baca juga saat Ammar jadi blogger :

Ammar Alhafiz, Blogger Junior BJGP-Rizal

Sedih dan terharu memang saat meninggalkannya di pondok. Kalau  Umminya sudah pasti terisak saat berpisah dengan si buah hati. Rasanya pengen diajak pulang aja 🙁

Sebagai ibu pasti donk ya.. selalu teringat anak-anak belahan jiwanya… sedangkan seorang ayah lebih bisa menahan kesedihannya. Setiap malam kami bermunajat bagaimana ammar ya?? bisa gak dia ngikutin suasana asrama ? bagaimana makannya? bagaimana istirahatnya? dan seabrek kegundahan selalu kami berdoa dan berserah diri hanya kepada Allah SWT.

Ammar Alhafiz Menasik Haji di Lapangan Pasir

Ini beberapa foto-foto yang kami ambil saat berkunjung kemaren ke pondoknya.

Updated: July 26, 2017 — 5:30 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme