Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

3 Problematika Program Guru Pembelajar

Trend guru pembelajar online 2017 merupakan Program guru pembelajar yang digadang  untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru berdasarkan hasil dari UKG (Uji Kompetensi Guru) pada tahun 2015 lalu. Kompetensi kognitif dan pedagogik guru ternyata rata-rata memperoleh nilai minimal 55 sehingga dapat disimpulkan belum mencapai Ketuntasan Minimal.

3 Problematika Program Guru Pembelajar

  1. Kurang Sosialiasi dan Koordinasi
  2. Pemangkasan Peserta
  3. Biaya Pelatihan Peserta

Kemendikbud melakukan terobosan dengan menggelontorkan dana untuk menindak lanjuti hasil UKG tahun 2015 tersebut. Dengan menyelenggarakan berbagai workshop kependidikan dan pendampingan guru dalam menghadapi UKG tahun mendatang.

Portal Guru Pembelajar Online

Program Guru Pembelajar adalah untuk menyukseskan tingkat kompetensi guru dengan dilaksanakan melalui 3 metode. Yaitu, moda Daring (dalam jaringan), moda DK (Daring Kombinasi), dan moda TM (Tatap Muka). Untuk menentukan ke-tiga jenis pelatihan guru pembelajar didasarkan dari rapor guru hasil UKG.

Untuk kategori pelatihan guru moda daring jika 3 sampai dengan 5 kompetensi belum tercapai. Untuk pelatihan moda daring kombinasi jika 6 sampai dengan 7 kompetensi belum tercapai. Sedangkan moda tatap muda dilakukan jika 8 sampai dengan 10 kompetensi belum tercapai.

Salam Kenal : Guru Pembelajaran Online Tanjungbalai

Cara Mudah Membuat Blog untuk Pembelajaran Online

Pelatihan guru pembelajar telah dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari Instruktur Nasional atau Mentor pengampu yang merupakan guru dengan hasil nilai antara 80 s/d 100 dengan minimal 1 kompetensi belum tercapai. Penetapan mentor yang merupakan guru dengan nilai antara 70 s/d 90 dengan minimal 2 kompetensi belum tercapai.

Selain berdasarkan kriteria nilai diatas penunjukan Narasumber Nasional dan Mentor juga berdasarkan kuota pada wilayah masing-masing. Sehingga tidak semua guru yang memiliki kriteria nilai dan rapor seperti ketentuan diatas secara otomatis menjadi narasumber atau mentor.

Dalam pelaksanaan pelatihan, program guru pembelajar akan dipandu oleh narasumber dan mentor yang telah terpilih dan mendapatkan pelatihan sebelumnya. Pengampu berkewajiban melakukan pelatihan dan pendampingan secara online pada moda daring secara langsung kepada peserta. Sedangkan mentor bertanggungjawab dalam pelaksanaan moda daring kombinasi dan moda tatap muka.

guru pembelajar

Kurang Sosialiasi dan Koordinasi

Untuk problem guru pembelajaran online seperti penentuan narasumber dan mentor,. Beberapa daerah para guru mempertanyakan tentang guru yang berkualifikasi nilai lebih tinggi ternyata tidak menjadi pengampu atau mentor sedangkan ada guru lain dengan nilai yang lebih rendah ternyata mendapatkan kesempatan sebagai pengampu atau mentor. Dilema seperti ini sebenarnya bisa di tindaklanjuti ketika ada sosialisasi dan koordinasi antara pihak pelaksana dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/kota.

Bisa jadi, guru yang mendapat nilai lebih tinggi namun kompetensi yang tidak tercapai (rapor merah) lebih banyak sehingga yang bersangkutan tidak terpilih menjadi pengampu atau mentor sehingga dinas kabupaten/ kota dan guru-guru sebagai peserta UKG  mengetahui tentang perihal penetapan pengampu dan mentor berdasarkan rapor kelulusan kompetensi.

Dalam pemilihan pengampu dan mentor yang dipanggil dalam pelatihanpun tidak melibatkan dinas pendidikan. Sehingga, kurang adanya koordinasi antara pelaksana pelatihan. Dalam hal ini, pengampu dan mentor dengan dinas pendidikan yang merupakan instansi tempat bernaung dari pengampu dan mentor itu sendiri. Kondisi ini berakibat pada tindak lanjut di daerah kabupaten/ kota, yang imbasnya mengalami kebingungan.

Pemangkasan Peserta

Dalam rencana awal yaitu periode 24 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016, pelatihan moda daring yang diikuti oleh seluruh peserta ternyata tidak terealisasi sepenuhnya. Begitu juga pada moda daring kombinasi. Efek reshuffle kabinet yang membuat Anies digantikan Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, pelaksanaan program ini makin mengalami ketidakjelasan.

Hanya peserta-peserta tertentu yang telah tercatat oleh P4TK sebagai pelaksana program pembelajarlah yang dapat mengikuti pelatihan guru pembelajar. Pemangkasan peserta tersebut disinyalir karena kondisi keuangan negara yang masih dalam keadaan “sakit” (minim anggaran). Sehingga, hanya 25 persen dari peserta yang terdaftar sebelumnya yang dapat mengikuti kegiatan GP pada tahun 2016.

Dalam pelaksanaan moda daring kombinasi, peserta mendapatkan transport pada sesi on atau tatap muka di pusat belajar. Yang kemudian, dilanjutkan pada sesi online secara individu untuk melaporkan hasil setiap sesi kegiatan. Hal ini pastinya memakan banyak anggaran karena jumlah guru dalam moda daring kombinasi lebih banyak dari moda daring.

Biaya Pelatihan Peserta

Ada wacana bahwa pada pelaksanaan pelatihan moda tatap muka, biaya dibebankan kepada peserta dengan menyisihkan dana dari sertifikasi guru. Hal ini memunculkan sejumlah pertanyaan. Misalnya, bagaimana bila peserta moda tatap muka adalah guru honorer yang belum sertifikasi? Kemungkinan besar hal tersebut akan memberatkan guru honorer. Dalam segi pendapatan sendiri, guru honorer masih belum mendapatkan kesejahteraan secara utuh. Apalagi, guru honorer pada sekolah negeri yang tidak berhak mendapatkan sertifikasi.

Dengan berbagai problematikanya, semoga saja program Guru Pembelajar 2017 diberi perhatian lebih oleh pemerintah. Paling tidak, eksekutif menjalankan langkah kongkret terkait kepastian tentang program tersebut. Jika pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, memang bertujuan melakukan perbaikan dunia pendidikan dalam kompetensi guru, hendaknya mereka sudah siap dengan segala resiko. Termasuk, dalam aspek pembiayaan dan ketegasan dalam pelaksanaan.

Sumber : http:// suroboyo.id/catatan-guru-problematika-program-guru-pembelajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme