Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Antara ABID dan DA’I !?

Sehebat apapun ibadah seseorang, setan tidak akan takut dengan seorang Abid Ahli Ibadah, tetapi setan akan takut dengan seorang muadzin ketika ia sedang mengumandangkan adzan untuk Sholat Berjama’ah. sehingga setan lari ketakutan terkentut-kentut sampai ke tempat yang tidak terdengar adzan. Karena apa? karena adzan itu adalah DA’WAH.

Da’i sudah pasti abid, tetapi abid belum pasti dai. Bahkan Da’i ketika meninggal dunia maka buku catatan amalnya akan tetap terus terbuka karena dari Amalan dakwah yang pernah ia amalkan mengajak manusia untuk Taat kepada Allah SWT.

da'i seluruh alam

Ketika shalat akan dimulai sang setan kembali mendekat dan membisikkan berbagai pekara dunia padahal takbirnya seorang muadzin dengan takbirnya seorang yang sedang sholat itu sama. Tetapi kenapa saat takbir adzan setan semuanya kabur ketakutan sedangkan saat  takbir dalam sholat justru setan semua mendekat ?!

Jawabnya adalah karena adzan adalah DA’WAH, sedangkan sholat adalah ibadah. Tidurnya satu orang ‘Alim lebih ditakuti setan daripada seribu ahli ibadah. Abid takkan di takuti oleh setan bahkan setan mampu menyesatkan abid yang tidak BERDA’WAH.

Bahkan setan laknatullah tidak berani melewati bekas telapak kakinya seorang DA’I selama 40 hari, seperti halnya yang diceritakan pada kisah sayyidina Umar RA, karena sayyidina Umar RA. adalah seorang Da’i yaitu penyeru manusia kepada Allah SWT.

Pahala orang-orang yang pernah ia ajak akan terus mengalir ke dalam catatan amalnya, semakin banyak orang yang taat karena ajakannya maka akan semakin banyak catatan amal di kuburnya tanpa mengurangi amalan orang yang beramal tersebut. Inilah mengapa Surganya Abu Bakar Siddiq RA paling luas dari golongan manusia yang bukan Nabi, karena beliaulah orang yang pertama kali menerima Da’wah Rasulullah SAW dan mengikuti kerja DAKWAH tersebut.

Seorang Da’i akan berusaha membuat suasana keta’atan kepada Allah SWT sedangkan seorang Abid akan terbawa suasana dan keadaan. Abid akan takut pada keadaan-keadaan yang dapat mengganggu ibadahnya sehingga dia akan melarikan diri dari keadaan tersebut.

Da’i ini tidak akan takut dengan suasana apapun dimanapun ia berada, apalagi bersembunyi dibalik alasan ibadah, sehingga ia berhenti dari pekerjaannya yaitu BERDA’WAH.

Kehadiran Da’i ini bisa mewarnai suasana dan keadaan lingkungannya, dengan Da’wahnya bukannya malah kabur dari Lingkungan tempat tinggalnya. Seorang DA’I senantiasa berfikir dan risau melihat keadaan ummat yg telah jauh dari Agama; harta, waktu dan dirinya ia gunakan untuk mengusahakan sempurnanya iman dan amal bukan hanya pada dirinya tetapi juga ummat seluruh alam, agar seluruh manusia selamat dari Neraka Allah SWT.

Inilah agama yang dicontohkan oleh yang mulia Baginda Muhammad Rasulullah SAW.

Allah SWT telah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah SAW, diturunkan kepada seorang DA’I. Al-Qur’an adalah KITAB DA’WAH, ayat-ayat DA’WAH hampir memenuhi isi kandungannya, sehingga untuk memahami dan mengamalkan Al Qur’an maka harus buat Da’wah. Seseorang tidak akan faham Agama, apabila tidak menjadikan dirinya sebagai seorang DA’I.

Da’i bukan hanya pandai berbicara di Podium tetapi mendatangi Ummat seperti pekerjaan para Anbiya’, langsung turun ke jalan-jalan dimana manusia sudah jauh dari amal Agama.

Da’i bukan pikir tinggi tetapi RISAU kepada orang sekitar yang belum amalkan agama secara sempurna. Ibarat seorang sedang menjemur padi di halaman rumah, maka datang ayam mematuki padi tersebut. Maka seorang Da’i bukan hanya pasang risau dan hanya berpikir : kurang aja ini ayam dan ngomel terus dalam hati tetapi gak gerak juga. Seorang Da’i akan langsung berinisiatif untuk langsung GERAK dan mengusir ayam-ayam yang sedang makan padi yang dijemurnya.

Begitulah Da’i harus GERAK dan Menggerakkan… Bukan hanya diam dan beramal sendiri-sendiri…

Nah, Bagaimana diri kita sekarang ?? sebagai DA’I atau ABID ?? Hanya anda yang menyadarinya…

 

Updated: September 8, 2017 — 2:11 am
BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Guru Ngeblog Theme