Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Cara Melakukan Pengukuran Tegangan Pada Rangkaian

Pengukuran tegangan sebenarnya gampang. Apalagi pengukuran tegangan AC (Alternating Current) yang tidak harus memperhatikan polaritas ataupun kutub negatif positif. Berbeda dengan pengukuran tegangan DC (Directing Current) yang harus diperhatikan dengan benar mana postif dan negatif pada rangkaian.

Cara Melakukan Pengukuran Tegangan Pada Rangkaian dengan Menggunakan Multimeter Analog

Jika alat ukur yang kita gunakan adalah multimeter digital makin mudah lagi, karena besar tegangan yang terukur langsung kelihatan dalam tampilan layar avometer tersebut. Berbeda juga dengan pengukuran dengan multimeter analog yang masih menggunakan sebuah jarum dan garis-garis skala yang mesti dipahami sebelum menggunakannya. Oleh karena itu, artikel ini juga akan membahas bagaimana cara membaca besarnya tegangan yang diukur dengan menggunakan multimeter analog.

Artikel ini dibuat untuk memberi penjelasan bagaimana cara menghubungkan multimeter pada rangkaian saat pengukuran tegangan dan bagaimana cara membaca tegangan yang terukur pada multimeter analog. Sehingga saat muncul pertanyaan mengenai alat ukur multimeter bisa dijawab dengan benar.

Perlu diketahui bahwa Ujian Teori Kompetensi Kejuruan teknik Audio Video terdapat soal bagaimana cara membaca hasil pengukuran dengan menggunakan multitester. Baca kembali artikel mengenai Soal teori kejuruan teknik audio video 2009/2010.

Okey deh, kita lanjut cara melakukan pengukuran tegangan pada rangkaian. Untuk lebih fokus saya akan mencontohkan pada rangkaian led dengan tegangan 9 volt yang lalu. Prinsipnya pengukuran tegangan dapat dilihat dari gambar dibawah ini.

Pengukuran tegangan pada rangkaian caranya adalah alat ukur harus di hubung secara paralel terhadap beban atau apa yang akan diukur. Secara simbol digambarkan seperti rangkaian dibawah. Perbedaan pengukuran tegangan DC dan AC adalah posisi polaritas beban. Sedangkan tegangan AC tidak perlu memperhatikan kaki polaritas komponen.

pengukuran tegangan Leds - Simbol

Pengukuran Tegangan pada rangkaian diatas pada praktikknya dapat dilihat seperti gambar dibawah ini. Perhatikan test lead merah (positif) dan test lead hitam (negatif). Kemudian jangan lupa posisi batas alat ukur yang digunakan. Seperti pada contoh dibawah ini pada posisi 10 VDC.

pengukuran tegangan Leds

Bagaimana Cara Membaca Hasil Pengukuran Tegangan DC dengan Multitester Analog?

Untuk membaca hasil pengukuran dapat kita lihat dari contoh tampilan multimeter analog dengan posisi jarum yang ditunjukkan di gambar berikut : skala multitester analog

batas alat ukur multitester

Okey mari kita bahas pembacaan hasil pengukuran dengan multitester analog. Dalam pengukuran tegangan DC ada beberapa pilihan batas alat ukur dimulai 0.1, 0.5, 2.5, 10, 50, 250, 1000 sedangkan pengukuran AC Volt dimulai dari 10, 50, 250 dan 1000.

Untuk skala dibagian atas ada 3 macam yaitu :

0 – 10, 0 – 50, 0 – 250. Kapan kita membaca pada skala 0 – 10, 0 – 50 dan 0 – 250 saat pengukuran ?? Nah, begini ceritanya heheh.. Jika kita pilih batas skala ukur 10 maka kita memakai skala pada 0 s/d 10 jika kita pilih batas ukur 50 maka kita baca pada skala jarum 0 s/d 50 jika pada batas ukur 250 maka dibaca skala jarum 0 s/d 250.

Nah, menjadi permasalahan adalah berapa besar nilai satu garis dalam setiap skala tersebut ?? Kita harus perhatikan bahwa skala memiliki garis-garis yang tetap diantara angka yang tertera.

skala multitester

Skala 0 – 10 nilai satu garis sebesar 0,2 volt

Skala 0 – 50 nilai satu garis sebesar 1 volt

Skala 0 – 250 nilai satu garis sebesar 5 volt

catatan : ini adalah tampilan pada multitester analog merk SUNWA.

Contoh membaca hasil pengukuran pada multitester Analog

baca skala Jika pegukuran menampilkan jarum seperti diatas berapakah hasil pengukuran jika Skala batas ukur di posisi :

A. 10 volt

B. 50 volt

C. 250 volt

Jawaban :

Penunjuk jarum pada posisi garis ke 4 jadi hasil pengukuran dibaca,

A. 10 volt   –> 2,8 volt karea 1 garis bernilai 0,2 volt

B. 50 volt   –> 14 volt karea 1 garis bernilai 1 volt

C. 250 volt –> 70 volt karea 1 garis bernilai 5 volt

Okey sampai disini mungkin bisa dipahami. Next kita akan membahas selanjutnya bagaimana jika saklar penunjuk pada posisi yang tidak ada pada skala jarum seperti 0.1, 0.5, 2.5, dan 1000 ? Ini membutuhkan perhitungan sebagai berikut.

  • Jika 0.1 maka pakai skala 10 kemudian hasilnya dibagi 100 misal dari contoh diatas maka hasilnya menjadi 2,8/100 = 0,028 V
  • Jika 0.5 maka pakai skala 50 kemudian hasilnya dibagi 100 misal dari contoh diatas maka hasilnya menjadi 14/100 = 0,14 V
  • Jika 2.5 maka pakai skala 250 kemudian hasilnya dibagi 100 misal dari contoh diatas maka hasilnya menjadi 70/100 = 0,7 V
  • Jika 1000 maka pakai skala 250 kemudian hasilnya dikali dengan 4 misal dari contoh diatas maka hasilnya menjadi 70 x 4 = 280 V
  • Bisa juga 1000 kita pakai skala 10 kemudian hasilnya dikali dengan 100 misal dari contoh diatas maka hasilnya menjadi 2.8 x 100 = 280 V

Soal Ujian Nasional Teori Kompetensi Kejuruan Audio Video tahun 2013/2014 Paket B no. 20 Seperti gambar dibawah ini. Tentukan tegangan yang terbaca pada skala Voltmeter DC pada batas ukur 250 Volt.

perhitungan multitester skala

Jawab :

skala-Copy

Pada batas ukur 250 Volt maka 1 garis bernilai 5 Volt, Jadi jarum penunjuk pada posisi garis ke 2 sehingga besar tegangan yang terukur sebesar  110 Volt DC.

Nah demikian cara melakukan pengukuran dan membaca hasil pegukuran tegangan menggunakan multitester analog. Semoga bermanfaat..

Boleh juga tonton saat praktik pengukuran tegangan berikut ini:

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme