Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Cara Menghitung Penguatan Amplifier (dB) dari Osiloskop

Pengukuran tegangan masukan dan keluaran sebuah amplifier atau penguat dengan osiloskop menghasilkan gambar gelombang yang berbentuk sinussoidal. Cara Menghitung besarnya tegangan yang terukur biasanya di simbolkan dengan amplitudo gelombang.

Pengukuran dengan menggunakan osiloskop ini sudah di bahas pada artikel sebelumnya tentang cara menghitung amplitudo dan cara menghitung frekuensi dengan osiloskop

Volt/div pada osiloskop, banyaknya gelombang penuh dari puncak kepuncak yang disebut dengan div kemudian posisi probe. Tetapi biasanya probe ini pada posisi x1. Oleh karena itu menghitung besarnya amplitudo yang satuannya nanti adalah volt cukup mudah jika diketahui 3 poin tadi.

Nah, Biasanya untuk mengukur penguat dengan osiloskop terdapat 2 chanel yang harus di hubungkan ke rangkaian penguat. Sebut saja CH1 dihubungkan ke Input Amplifier dan CH2 ke Output Amplifier yang biasanya pada posisi speaker.

Jika data-data saat praktik pengukuran sebuah penguata didapat sebagai berikut :

Saat pengukuran volt/div masukan pada posisi 0.2 Vp-p sedangkan volt/div keluaran pada posisi 30 Vp-p. Berapa besar penguatan Amplifier tersebut berdasarkan data osiloskop tersebut. (Soal ini adalah soal Ujian Teori Kompetensi Kejuruan Teknik Audio Video no 37 Paket A tahun 2016/2017.

 

soal no.31 osiloskop

Untuk Menghitung besarnya dB dengan perbandingan tegangan baca kembali artikel tentang menghitung desiBel (dB) dari penguat amplifier di dapat rumus sebagai berikut :

dB = 20 Log10 (Vout/Vin)

Jawab :

  • div vertikal (dari puncak ke puncak) = 4.5 div –> Gelombang Input
  • div vertikal (dari puncak ke puncak) = 3.5 div –> Gelombang output
  • Volt/div input = 0.2 Vp-p
  • Volt/div output = 30 Vp-p

Maka :

Amplitudo Input = (Volt/div) div vert

Amplitudo Input = (0.2)(4.5) = 0.9 Volt

Amplitudo Output = (Volt/div) div vert

Amplitudo Output = (30)(3.5) = 105 Volt

sehingga :

dB = 20 log10(Vout/Vin)

dB = 20 log10(105/0.9)

dB = 20 log10(116) –> log116 = 2.0

dB = 20 (2) = 40dB

Soal yang sejenis juga pernah keluar Paket B tahun 2014/2015 No. 23 tapi tidak menggunakan tampilan osiloskop tapi hanya data seperti berikut ini :

Sebuah penguat audio mendapat sinyal input 50mV dan mampu menghasilkan sinyal output 5V. Maka besarnya penguatan penguat tersebut ….. deciBel

Jawab :

Diketahui :

Vin = 50mV = 50 x 10-3 s

Vout = 5V

dB = 20 log10(Vout/Vin)

dB = 20 log10(5/50 x 10-2)

dB = 20 log 10 (102)

dB = 20 x 2 = 40dB

SOal tahun 2013/2014 paket B no.40

Perhatikan gambar berikut, Besar tegangan peak-to-peak dan frekuensi yang ditunjukkan pada layar osiloskop dibawah jika Volt/Div = 5V dan Time/Div = 0.1 mS adalah…

sinyal tegangan frekuensi

Jawab :

Diketahui dari gambar :

sinyal tegangan frekuensi - data

  • div vertikal (dari puncak ke puncak) = 6 div
  • div horizontal (1 gelombang penuh) = 4 div
  • Volt/Div = 5V
  • Time/Div = 0.1 mS = 1x 10-4 s

Besar tegangan disebut Amplitudo gelombang dengan rumus;

A = (Volt/Div)(div vertikal)

A = (5V)(6) = 30 Volt

Jadi besarnya tegangan peak to peak adalah 30 Volt

Besarnya Frekuensi dihitung sebagai berikut :

Perioda T = (Time/Div)(div horizontal)

T = (1x 10-4 )(4) = 4x 10-4 second

f = 1/T = 1/4x 10-4 s

f = 0.25 x 10-4 = 2500 Hertz

Jadi besarnya tegangan dan frekuensi yang terukur adalah : 30 Volt ;  2500 Hertz

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme