Pembelajaran Online Guru Elektronik

SMKN2 TgBalai | Rangkaian Elektronik | Bahan Ajar | Soal Online | Online Earning

Sistem Bilangan Digital

Sistem bilangan adalah cara menuliskan kode atau simbol yang digunakan untuk menerangkan suatu bilangan. Sistem bilangan yang umum dipakai dalam sistem digital adalah sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal.

Sistem bilangan dapat dikonversikan yaitu konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner, konversi sistem bilangan biner ke system bilangan desimal, konversi sistem bilangan desimal ke konversi sistem bilangan oktal, konversi sistem bilangan oktal ke konversi sistem bilangan desimal, konversi sistem bilangan desimal ke konversi sistem bilangan heksadesimal, konversi sistem bilangan heksadesimal ke konversi sistem bilangan desimal, konversi sistem bilangan biner ke konversi sistem bilangan oktal, konversi sistem bilangan oktal ke konversi sistem bilangan biner, konversi sistem bilangan biner ke konversi sistem bilangan heksadesimal, konversi sistem bilangan heksadesimal ke konversi sistem bilangan biner, konversi sistem bilangan oktal ke konversi sistem bilangan heksadesimal, dan konversi sistem bilangan heksadesimal ke konversi sistem bilangan oktal.

A. Bilangan Desimal

Bilangan desimal adalah sistem bilangan yang menggunakan sepuluh macam angka dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). Setiap tempat memiliki nilai kelipatan dari 100 , 101 , 102 , 103 , dan seterusnya. Penulisan bilangan desimal terbagi menjadi beberapa tempat dan banyaknya tempat tergantung besarnya bilangan. Cara menuliskan bilangan desimal diberi subscript angka 10, seperti 10932(10). Setiap tempat mempunyai besaran tertentu yang harga masing-masing tempat secara urut dari kanan.

B. Bilangan Biner

Bilangan biner adalah sistem bilangan yang menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, dapat mengkonversikan ke sistem bilangan oktal atau heksadesimal. Setiap tempat pada bilangan biner memiliki kelipatan 20 , 2 1 , 2 2 , 2 3 , 2 4 dan seterusnya. Yang dihitung dari kanan ke kiri. Cara menuliskan bilangan biner diberi subscript angka 2. Contoh bilangan biner, 10101(2).

C. Bilangan Oktal

Bilangan oktal atau sistem bilangan basis 8 adalah sebuah sistem bilangan berbasis delapan. Simbol yang digunakan pada sistem ini adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan setiap nilai tempat mempunyai kelipatan 80 , 81, 8 2 , 8 3 , 84 dan seterusnya. Cara menuliskan bilangan oktal diberi subscript angka 8. Contoh bilangan oktal, 4713(8).

D. Bilangan Heksadesimal

Bilangan heksadesimal adalah sistem bilangan (berasal dari kata heksa (enam) ditambah desimal (sepuluh) adalah sebuah sistem bilangan berbasis 16 yang menggunakan 16 simbol. Simbol yang digunakan adalah 10 digit bilangan angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 ditambah dengan 6 simbol huruf yaitu huruf A hingga F. Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14, dan F = 15. Cara menuliskan bilangan heksadesimal diberi subscript angka 16. Contoh bilangan oktal, 2AF3(16).

Sumber : https://www.samrasyid.com/2020/04/sistem-bilangan-digital.html

BJGP-Rizal, Pembelajaran Online Guru Elektronik © 2016 Frontier Theme